kesenian dalam negeri "wayang"


Kemarin saya sudah membahas mengenai pagelaran ketoprak. Topik yang akan saya bahas sekarang ini tidak jauh beda dari yang kemarin. Karena bagian-bagianya hampir sama. Saat ini saya akan mengulas tentang warisan kesenian budaya yaitu wayang. Kata wayang berasal dari kata “wewayangan” yang artinya bayangan. Mengapa, karena pertujukkan wayang merupakan hasil dari bayangan. Bayangan berasal dari lampu yang disorotkan pada wayang dan dibelakang wayang terdapat sebuah papan agar wayang yang disorot menghasilkan bayangan. Papan tersebut di lapisi secarik kain berwarna putih.
                Jenis wayang yang akan saya tampilkan disini adalah wayang kulit. Sesuai dengan namanya, wayang kulit terbuat dari kulit binatang (kerbau, lembu, atau kambing). Asal usul wayang kulit sampai saat ini masih belum ada kesepakatan dan masih diperdebatkan oleh para ahli. Apakah wayang kulit memang berasal dari indonesia, india atau negara lainnya. Dalam sebuah pertunjukkan wayang diperlukan kurang lebih 18 orang pendukung yang terdiri dari dalang, waranggana, dan wiraswara. Waktu pertunjukkan wayang sebenarnya tidak hanya dilakukan pada malam hari namun juga ada yang mempertunjukkan pada pagi hari. Waktu malam hari biasanya mulai dari jam 21.00 – 05.00 dan waktu pagi jam 09.00 – 16.00. Kita tahu bahwa wayang juga merupakan sarana dakwah di Indonesia yang digunakan oleh Sunan Kalijaga. Masuknya islam ke indonesia berawal dari abad ke-15 memberikan pengaruh besar terhadap budaya wayang, terutama pada konsep religi dari falsafah wayang tersebut. Pada abad ke-15 yakni zaman kerajaan Demak mulai digunakan lampu minyak yang disebut blencong pada pagelaran wayang kulit. Budaya wayang meliputi seni peran, seni suara, seni musik, seni sastra, seni lukis, seni pahat, dan seni perlambang
                Menurut perkembangannya, saat ini pertunjukkan wayang sudah sulit untuk ditemukan. Hal ini mungkin karena faktor kemajuan teknologi  yang mengakibatkan pertunjukan-pertunjukan seperti ini menjadi jarang untuk ditemukan kembali. Hal ini diperjelas lagi dengan minat anak muda saat ini yang sudah menurun terhadap pertunjukkan wayang. Hal ini bisa dibuktikan ketika ada pertunjukkan wayang kebanyakan yang melihat adalah kalangan orang tua. Pertunjukkan wayang memang sudah jarang ditemukan, namun masih banyak para pedagang yang menjual wayang.


                Sekian informasi mengenai wayang, dan postingan selanjutnya saya akan membahas mengenai lakon dalam wayang.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar